Total 57 gol yang sudah disumbangkan Ibra di Seri A dalam tiga musim masa baktinya adalah bukti sahih betapa dia punya peran besar dalam serangkaian sukses yang didapat Inter. Dengan torehan tersebut, Zlatan banyak membantu Nerazzurri memenangi tiga gelar scudetto, juga Piala Super Italia 2006 dan 2006.
Maka saat tersiar kabar kalau Ibra akan hengkang ke Barcelona, beberapa seteru Inter bisa jadi merayakan rencana kepergian tersebut. Tanpa Ibra, Inter kehilangan kekuatan terbesarnya di lini depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi faktor terbesar yang membuat pasukan jose Mourinho tak akan merindukan Ibra adalah rencana kedatangan Samuel Eto'o. Meski hingga kini belum tercapai kata sepakat, striker Barcelona itu punya kemampuan yang bisa disejajarkan dengan Ibra.
"Saya tak tahu apakah kepergian Zlatan akan melemahkan atau justru menguatkan. Mereka akan banyak bersandar pada Eto'o. Inter kehilangan seorang juara tapi kedatangan juara yang lain," ungkap Alex di La Gazzetta dello Sport.
Berbeda dengan Zlatan yang kerap mengandalkan badan dan tenaga besarnya untuk berduel dan memenangi perebutan bola, Eto'o dikenal sangat mematikan karena kecepatan yang dia miliki. Golnya ke gawang Manchester United di final Liga Champions membuktikan hal tersebut.
"Keduanya punya karakteristik yang berbeda, tapi termasuk di antara yang terbaik...Ibrahimovich dan Eto'o ada di dalam barisan yang terbaik di posisinya dan saya tak tahu jika Inter jadi melemah karenanya, pemain Kamerun itu punya potensi luar biasa," pungkas Del Piero.
(din/roz)











































