Ibrahimovic, yang musim lalu menjadi top skorer Seri A dengan 25 gol, tinggal menjalani tes kesehatan dengan El Barca sebelum resmi berganti klub. Ia ditukar dengan Samuel eto'o plus sejumlah uang, bahkan Inter dipinjamkan Alexandr Hleb.
"Tadinya saya pikir dia akan bertahan karena hanya Real Madrid -- dan mereka tak tertarik pada dia -- yang bisa mengeluarkan duit segila itu. Tapi ternyata Barcelona pun melakukan itu," tutur Mourinho kepada Gazzetta dello Sport, Sabtu (25/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia telah memberikan semua yang dia mampu buat saya dan Inter. Selalu," tukas Mourinho. "Sekalipun dia tak pernah dicintai fans, karena mereka tidak menangisi penjualannya dan siap menyambut Eto'o."
Ditambahkan Mourinho, Inter sebenarnya tidak ingin menjual bomber top Swedia itu. Jika Barca serius, mereka bisa menebusnya dengan Eto'o, peminjaman Hleb, dan uang 50 juta euro. Maka ketika Barca memenuhi syarat itu, Inter tak mungkin menolaknya.
"Buat saya kelihatannya ini deal yang luar biasa, bernilai sekitar 100 juta euro, transaksi tertinggi di musim panas ini. Kaka 70 (juta euro), Cristiano Ronaldo 96. Buat saya, nilai dealΒ ini 100 juta euro, karena harga Eto'o tidak kalah satu euro pun dari Ibra."
Pada kesempatan yang sama Mourinho juga menjelaskan kenapa keinginannya merekrut duo Portugal Ricardo Carvalho dan Deco gagal terwujud. Menurutnya, ini semata-mata hanya karena tidak tercapainya deal dengan pihak Chelsea.
"Mestinya kami menukar Carvalho dengan satu atau dua bek kami, dan mendapatkan Deco secara gratis. Lalu Chelsea minta 15 plus lima juta euro. Dari nol menjadi 20 juta, itu terlalu besar dan saya takkan menyalahkan klub saya."
Tak jadi memperoleh Carvalho, Inter telah menggamit bek tengah Brasil Lucio dari Bayern Munich.
"Lucio bukan pilihan kedua, tapi dia sebuah kejutan besar," ungkap The Special One, seperti dilansir Channel4. "Kaki dia tidak besar, tapi pertahanan dia bagus. Dia cepat dan tahu cara menyemangati tim di lapangan. Dia tak banyak bicara, tapi dia tahu bagaimana caranya didengarkan."
(a2s/nar)










































