Milito sudah dua bulan berstatus sebagai pemain Inter. Ia dibeli dari Genoa, setahun setelah kembali ke Italia, setelah tiga musim bermain di Spanyol bersama Real Zaragoza.
Pelatih Jose Mourinho memilih striker Argentina itu karena produktif sekali di musim lalu. Ia mendulang 24 gol, dan hanya kalah satu dari Ibrahimovic yang tampil sebagai top skorer kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Eto', masuk Giuseppe Meazza, Milito sudah berbicara duluan. Pada laga ujicoba pra-musim di Amerika Serikat, melawan musuh sekota AC Milan, Senin (27/7/2009) pagi WIB, pemain berusia 30 tahun itu menjadi bintang. Inter menang 2-0, dan ia memborong kedua gol tersebut.
"Buat seorang penyerang, mencetak gol itu selalu menyenangkan, sekalipun di laga ujicoba. Tapi ini adalah sebuah derby dan Anda bisa melihat kenikmatan saya melakoninya dengan cara saya merayakan gol," tutur Milito seusai pertandingan, dikutip dari situs resmi Inter.
"Bermain di Inter itu mudah. Mereka punya banyak juara dan mereka selalu menerima orang-orang baru dengan baik, yang membuat kami sudah merasa di rumah sendiri," sambung kakak kandung bek Barcelona Gabriel Milito itu.
Milito kemungkinan besar akan dijadikan tandem utama Eto'o di musim ini. "Tadinya aku pikir aku akan mendapat kenikmatan bermain dengan Ibrahimovic. Tapi aku akan menikmatinya pula dengan Eto'o."
"Eto'o striker hebat yang punya banyak pengalaman. Dia sangat cepat dan akan memberi kontribusi besar untuk tim ini. Mudah-mudahan aku pun bisa memulai musim ini sebaik mungkin dan membantu tim ini meraih sukses," pungkas Milito.
(a2s/arp)










































