Mexes selama ini memang dikenal sebagai pemain dengan temperamen tinggi. Tak jarang bek berkebangsaan Prancis itu mendapat kartu kuning atau merah dari wasit karena temperamennya itu.
Menghadapi Gent di kualifikasi ketiga Europa League, Jumat (31/7/2009) dinihari WIB, Mexes terlihat marah karena Roma tertinggal 0-1 saat jeda. Mexes lantas terpancing untuk ikut maju ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang harus menghormati posisi dan tugasnya. Sebuah tim yang bagus harus seimbang. Mexes membiarkan dirinya terbawa oleh antusiasmenya dan bisa membuat tim ini kesulitan," cetus Spalletti di Football Italia.
Spalletti meminta Mexes mengerem semangat yang meletup-letup itu. Allenatore berkepala plontos itu berpendapat, bila Mexes bisa lebih kalem, ia akan jauh lebih berguna.
"Beberapa kali dia melakukan hal yang tidak diminta. Jika dia bisa menghormati perannya, maka dia bisa jadi pemain terbaik dunia," tutup Spalletti tentang beknya yang berusia 27 tahun itu.
(arp/arp)











































