Musim lalu, Ferrara memang sudah memimpin La Vecchia Signora pada dua laga terakhir di Seri A. Namun kala itu posisinya hanyalah sebagai pelatih interim, sebagai pengganti Claudio Ranieri yang telah lebih dulu dipecat.
Pada dua kesempatan yang diberikan kepadanya itu, Ferrara sukses membawa Juve meraih kemenangan atas Siena dan Lazio. Catatan ini sudah cukup untuk membuat petinggi Juve menahbiskannya sebagai pelatih tetap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Scudetto tak akan menenggelamkan Ferrara, Juventus bisa memenanginya. Ferrara bisa memenanginya dengan tim yang hebat. Jadi, mengapa tidak?"
"Ciro memiliki intelejensia, kharisma, dan kemampuan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap orang," tandas Lippi kepada Sky Italia.
Bahkan sejak menjadi pemain, Ferrara sudah terbiasa melatih rekan-rekannya. Lippi membeberkan bahwa dulu ia sering mempercayai pria yang kini berusia 42 tahun itu melatih kemampuan bertahan pemain-pemain Juve.
"Ketika saya melatih Juventus, saya meminta Ferrara dan (Paolo) Montero untuk melatih cara bertahan selama satu setengah jam. Sementara itu, saya berkonsentrasi melatih para gelandang dan penyerang," ungkapnya.
(roz/nar)










































