Siena menggunakan alat yang dikembangkan oleh Profesor Giuseppe Sartori dari Universitas Padua ini untuk memastikan pemain yang akan mereka beli tak berbohong soal penggunaan doping atau obat-obatan terlarang lainnya.
Dalam tes selama 15 menit dengan mesin ini, si pemain akan diberi 70 macam pertanyaan. Dari sinilah bisa diketahui apakah pemain yang bersangkutan berbohong soal doping atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sebelum hari ini kami tak pernah memberitahukannya tapi kami mulai berpikir bahwa sangat mungkin tim lain dan perusahaan asuransi olah raga menggunakan metode ini."
Ketika seorang pemain ketahuan menggunakan doping dan diputuskan bersalah, maka ia akan menerima hukuman tak boleh berlaga selama beberapa waktu. Hal inilah yang kemudian ingin dihindari oleh Siena lantaran membawa dampak negatif bagi permainan di lapangan dan investasi finansial tim kepada si pemain.
"Jika si pemain dihukum karena doping, klub akan mengalami kerugian dari sisi investasi dan permainan karena tak bisa memainkannya di lapangan. Hal ini bisa mempengaruhi hasil akhir pertandingan," tukas Zerbini.
(roz/roz)











































