Isu tentang kepergian Trezeguet mulai merebak pada laga terakhir Seri B musim 2006-2007. Selepas pertandingan melawan Spezia, dengan jari-jari tangannya, Trezegol menunjukkan angka 15 ke arah tribun di mana para petinggi Juve duduk. Angka itu merujuk kepada jumlah gol yang ia bukukan musim itu.
Namun, di Italia, bahasa tubuh yang ditunjukkan Trezeguet itu mengandung pesan yang mengatakan"saya pergi". Dalam perkembangan selanjutnya, Juve memperpanjang kontrak pemain asal Prancis itu hingga 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim ini, Trezeguet menyatakan dirinya pasti meninggalkan Juventus. "Saya sudah menciptakan sejarah bersama klub ini. Cepat atau lambat, ikatan kami akan berakhir," tukas Trezeguet seperti dikutip dari Football-Italia.
Pemain berusia 31 tahun itu mengatakan, alasannya berpisah dengan Bianconeri bukan karena masalah uang. "Tak ada masalah dengan kontrak. Keputusan ini sudah saya ambil beberapa waktu yang lalu dan saya akan pulang dan kembali berkumpul bersama keluarga," lanjutnya.
Lalu, kapankah Trez akan mengucap kata pisah dengan 'Si Nyonya Tua'? Saat kontraknya habis pada 2011 atau lebih cepat? "Ini bukan saatnya bicara banyak tetang hal tersebut karena kita baru memasuki pekan kedua kompetisi," tukas pemain yang berseragam Juve sejak tahun 2000 itu.
Trezeguet menjanjikan sebuah perpisahan yang manis. "Saya ingin menutup kisah di Juventus dengan memenangi sesuatu," pungkasnya.
Kubu Juve menanggapi dengan kalem pernyataan Trezeguet. "Saya bisa menerima fakta bahwa Trezeguet ingin bermain di klub lain. Yang terpenting, musim ini hatinya masih untuk Juventus. Masih ada 36 paartai di Seri A ditambah laga di Liga Champions. Ia akan memiliki kesempatan tampil," demikian ujar presiden klub Giovani Cobolli Gigli.
(nar/mrp)
