Ronaldinho didatangkan pada musim panas tahun lalu dari Barcelona. Dalam transfer itu kubu Milan disebut-sebut terlalu terlalu berjudi karena sang pemain tengah berada dalam penurunan performa yang signifikan.
Merunut sejenak ke belakang, Ronaldinho pada dua atau tiga tahun lalu merupakan pemain yang istimewa. Peraih dua kali gelar pemain terbaik dunia itu memiliki kemampuan lengkap sebagai pemain dengan karakter menyerang, mulai dari umpan, gocekan dan naluri membunuh yang tinggi.
Namun performanya lambat laun menurun setelah ia kerap menyambangi tempat hiburan malam. Kubu Barca pun dengan mudah saja melepas Ronaldinho yang tumbuhnya semakin membuncit itu ke Milan di tahun 2008.
Di musim pertamanya belum ada banyak perubahan positif dari performa mantan pemain Paris Saint Germain tersebut. Meski begitu ia dipercaya untuk menjadi pengatur serangan Milan pasca hengkangnya Kaka di musim panas ini.
Namun keputusan Diavolo Rosso itu sampai sekarang belum juga menuai buahnya. Ronaldinho bahkan disebut-sebut sebagai biang melempemnya peforma Milan di ajang Seri A yang baru mengemas empat poin dari tiga laga yang telah dilakoni.
'Ketidakbergunaan' Ronaldihno semakin terlihat jelas kala Milan berhasil membekuk Marseille 2-1 di ajang Liga Champions. Pemain berusia 28 tahun itu sama sekali tidak dilibatkan dalam partai tersebut.
Namun menurut Presiden Barca, Joan Laporta, Ronaldinho dalam waktu dekat akan segera menemukan kemampuan terbaiknya kembali. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu dinilai sebagai pemain hebat yang masih dapat berkembang.
"Saya pikir dia akan segera menemukan sihirnya lagi karena dia merupakan pemain hebat," tukasnya di Il Corriere Dello Sport seperti dilansir Goal .
Ronaldinho memang harus segera menemukan 'sihirnya' itu kembali. Jika tidak, posisinya di tim inti yang kini sudah mulai terancam, bisa benar-benar lepas secara reguler.
(din/krs)











































