Pertanyaan untuk Klaas-Jan Huntelaar itu mencuat karena hingga kini bomber Belanda itu masih belum "terlihat" di skuad Leonardo. Jangankan mencetak gol, menjadi starter saja ia harus berbagi kesempatan dengan penyerang-penyerang lain.
Pada pertandingan terakhir Milan dinihari tadi, Senin (26/10/2009)Β WIB, Huntelaar dimainkan dari menit pertama selama satu jam. Sampai digantikan Marco Boriello, ia tak berhasil melesakkan bola ke gawang Chievo, seperti di tujuh pertandingan lain yang ia terlibat di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin dia akan berguna di hari-hari berikutnya, karena dia seorang pemain di areal kotak penalti, dan kami harus belajar memainkan dia dengan cara tertentu," sambungnya.
Milan saat ini cenderung menerapkan formasi 4-3-3 dengan Ronaldinho dan Pato sebagai dua dari tiga penyerang reguler. Semestinya Huntelaar tidak terlalu sulit mendapatkan tempat di posisi ujung tombak karena pesaingnya "cuma" Boriello yang rentan cedera dan "si gaek" Inzaghi.
"Formasi 4-3-3 yang disukai Leonardo akan menjadi dasar kami dari sekarang, meskipun melawan tim-tim besar," ujar Galliani lagi kepada Sky Sport Italia. "Di masa mendatang kami akan mencari pemain-pemain pengganti untuk mengurasi tekanan pada Ronaldinho dan Pato."
Milan memenangi tiga partai terakhirnya, yang menandakan mereka sedang memperbaiki performa. Saat menekuk AS Roma 2-1, Ronaldinho dan Pato mencetak gol. Ketika menekuk Real Madrid di Santiago Bernabeu di Liga Champions, Pirlo mencetak gol penyama dan Pato mengukir dua gol untuk membawakan kemenangan timnya 3-2.
Bintang di pertandingan terakhir dinihari tadi adalah Alessandro Nesta. Bek veteran itu memborong kedua gol buatan anak-anak Il Diavolo.
(a2s/key)











































