Dengan Leonardo sebagai allenatore, Milan sedikit mengubah gaya dibandingkan saat ditangani Carlo Ancelotti. Belakangan, formasi 4-3-3 lebih sering diterapkan.
Dalam skema tersebut, Ronaldinho dan Pato akan berdiri sebagai penyerang sayap di depan tiga gelandang tengah. Duo Brasil itu bakal membantu satu penyerang tunggal dalam membobol gawang lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, problem boleh jadi akan mengemuka dengan kedatangan Beckham ke Milan. Meski dikenal bisa bermain di sejumlah lini, pemain Inggris berusia 34 tahun itu akan lebih maksimal sebagai gelandang kanan, atau posisi outfield, dalam formasi standar 4-4-2.
Beckham memang sudah pernah bermain untuk Rossoneri bulan Januari lalu, tapi saat itu Milan masih ditangani Ancelotti yang punya skema beda dengan Leonardo. Dengan formasi yang ada saat ini, bukan tak mungkin pemain yang dipinjam LA Galaxy itu kurang nyetel.
Apakah Leonardo akan berusaha menata lagi formasi di lapangan ataukah justru Beckham yang beradaptasi dengan skema ala sang pelatih, masih harus ditunggu setelah si pemain resmi datang bulan Januari depan. Yang pasti kehadirannya sudah amat dinanti.
"Pengalaman dia di Milan positif, baik buat dia maupun kami," ujar Leonardo sebelumnya.
"Beckham jelas bisa membantu Milan. Saya akan sangat gembira jika ia kembali," sambung Clarence Seedorf dalam kesempatan lain.
(krs/arp)











































