Formasi baru Juve yakni 4-2-3-1 mulai dipakai ketika menghadapi Maccabi Haifa di matchday ketiga Liga Champions, 22 Oktober silam. Dengan skema ini tim asal kota Turin menang 1-0.
Selanjutnya dengan pola itu Juve mengalahkan Siena 1-0 dan Sampdoria 5-1. Sayang grafik naik dari penampilan ini terhapus dengan kekalahan 2-3 dari Napoli. Ada pun hasil laga resmi terakhir yang ditorehkan Juve adalah menundukkan Maccabi 1-0 tengah pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang salah dengan formasinya. Yang kami butuhkan adalah konsentrasi selama 90 menit," demikian kata Diego dilansir dari Football-Italia.
Konsentrasi yang dimaksud pemain asal Brasil itu bisa jadi merujuk kepada fakta di mana Juventus beberapa kali kehilangan angka penuh di menit akhir laga. Di antaranya hasil seri 1-1 dengan BolognaΒ dan kekalahan 2-3 dari Napoli.
Kini tim Hitam-Putih tertinggal tujuh angka dari capolista Inter Milan. Poin penuh di setiap pertandingan wajib hukumnya bagi pasukan Ciro Ferrara.
"Inter sudah jauh di depan. Namun bagi tim yang sedang berkembang seperti kami, itu normal. Kami memang butuh kontinyuitas yang luar biasa, namun kini kami tengah berkembang," tuntas Diego.Β
(nar/din)











































