Sikap Sissoko tersebut dinyatakan karena gelagat rasisme di kalangan Juventini masih cukup mencolok. Sanksi larangan bermain kandang tanpa penonton di musim lalu, sebagai hukuman penghinaan ras terhadap pemain Inter Milan Mario Balotelli, seperti tidak membekas.
Minggu lalu sekelompok publik Olimpico Turin kembali menyerang Balotelli walaupun saat itu Juve sedang bertanding melawan Udinese. "Meloncat-loncatlah, Balotelli akan mati", demikian bentuk serangan verbal tersebut, yang membuat manajemen Juve didenda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai pemain kami menegaskan posisi kami melawan rasisme di setiap kesempatan," demikian peryataan Sissoko kepada radio Italia, Kamis (26/11/2009).
"Juventus sebagai sebuah klub telah mengambil semua langkah-langkah yang diperlukan. Kini, institusi-institusi yang harus turun tangan," sambung pemain asal Mali itu.
Dari insiden yang terakhir di Bordeaux, UEFA bisa saja menyelidiki penghinaan itu. Hanya saja, karena terjadi sebelum kickoff, hal itu bisa ditepikan dalam laporan wasit yang memimpin pertandingan.
Juventus akan bertemu musuh besarnya Inter Milan pada 5 Desember. Pelatih La Beneamata Jose Mourinho sudah memprotes ulah fans Juve ketika menghina Balotelli di Turin minggu lalu, dan mengusulkan pertandingan dipindah dari Turin ke tempat netral.
(a2s/roz)










































