Sebelumnya diwartakan kalau Melo berhak atas Golden Bin setelah mendapat persentase suara 22,87 persen. Ia mengungguli pemegang gelar ini musim lalu Ricardo Quaresma dengan 20,63 persen suara.
Ya bukan sebuah gelar yang patut dibanggakan memang. Dan hal itu diakui oleh Melo kalau pemberian tersebut sebenarnya tak ada dan hanya akal-akalan dari stasion radio RAI saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Award ini diberikan kepada para pemain yang sama dan di tahun yang sama di mana mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik di dunia," sambungnya.
Untuk kemudian Melo pun mengindikasikan kalau si pembawa acara di radio yang berasal dari Florence adalah pihak yang sengaja membuat dirinya terpilih sebagai pemain terburuk Seri A tahun ini.
Seperti diketahui, fans Fiorentina masih menyimpan amarah kepada Melo akibat kepindahannya ke Juventus di awal musim ini. Melo dicap pengkhianat karena menyebrang ke klub rival.
"Pembawa acara yang berasal dari Florence dan para fans Fiorentina masih sulit untuk menerima kepindahanku ke tim rival," ungkap pemain berpaspor Brasil itu.
"Aku kecewa karena pers di Brasil menganggap hal ini serius. Aku hanya bermasalah dengan penghargaan itu sendiri karena aku percaya ini adalah tahun terbaik dalam karirku," tegas Melo yang juga eks Almeria itu.
Melo sah-sah saja jika bilang tahun 2009 ini dirinya bermain baik, baik di Fiorentina mau pun timnas. Semasa masih di Fiorentina ia mampu membawa La Viola bermain di Liga Champions musim ini.
Di Brasil, ia pun menjadi salah satu pemain andalan Dunga di lini tengah dan memberi gelar Piala Konfederasi buat 'Tim Samba'
Namun kegemilangan di enam bulan pertama tahun 2009 sirna ketika ia pindah ke Bianconerri musim panas lalu. Sempat tampil bagus di laga-laga awal, Melo justru tampil menukik dan mengundang sejumlah kecaman dari fans Juve sendiri.
Bersama Diego, ia dituding sebagai biang keladi terpuruknya Juve saat ini. Dibeli dengan harga mahal namun performa jauh dari ekspetasi awal.
(mrp/roz)











































