Setelah mengantar Inter menang atas Chievo 1-0, Rabu (6/1/2010), Balotelli berucap, "Setiap kali saya ke sini, saya tahu kalau orang-orang Verona membuat saja semakin jijik."
Ucapan Balotelli yang kasar itu membuatnya dikecam oleh banyak pihak. Beberapa di antaranya adalah Walikota Verona Flavio Tosi dan Presiden Chievo Luca Campedelli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Balotelli tampaknya cuek dengan hukuman tersebut. Ia menolak meminta maaf karena ia merasa sebagai korban dengan para tifosi Chievo terus meneriakinya dan menghinanya.
"Saya takkan meminta maaf kepada mereka yang menghina saya. Tapi maaf saya untuk mereka yang tak bersalah dan mereka yang tersinggung atas ekspresi saya," kata Balotelli membela diri di Goal.
Balotelli kesal karena hinaan yang ditujukan padanya berbau rasis. Penyerang keturunan Ghana yang lahir di Palermo itu bahkan menyebut sikap rasis juga melanda pendukung klubnya sendiri.
"Saya ingin memperjelas bahwa fans di Verona dan di kota-kota lain di Italia membuat saya jijik bila mereka menghina saya. Saya capek selalu mendengar hinaan rasis saat saya di lapangan," ujar dia.
"Itu tidak cuma terjadi di Verona. Saya juga malu mendengar suporter saya sendiri (Inter) menghina pemain Chievo, Luciano (Siqueira, pemain Brasil berkulit hitam--red)," pungkas Balotelli.
(arp/fjp)











































