Ferrara mencetak gol saat Juventus kalah dari Milan 1-3, 14 Maret 2004. Satu gol yang dipersembahkan pemain berposisi bek itu tidak cukup untuk mengejar tiga gol Milan yang ditorehkan oleh Andriy Shevchenko dan dua dari Clarence Seedorf.Β
Bagi siapa pun pemain, kesuksesan mencetak gol tidak akan berarti apa-apa bla timnya kalah. Itu juga yang bisa jadi dirasakan Ferrara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima tahun berselang, Ferrara kembali ke Juve. Tak sebagai pemain namun menjadi peracik strategi.Β
Kinerja pria kelahiran Napoli 42 tahun silam itu kini tengah disorot. Dalam empat laga resmi terakhir, Juve tiga kali kalah berturut-turut dan sekali menang.
Kemenangan itu diraih atas Parma dengan skor 2-1 pada tengah pekan kemarin. Gol kemenangan Bianconeri didapat melalui "pertolongan" lawan yakni gol bunuh diri.
Di tengah Juve yang masih berusaha kembali ke jalur konsistensi, ujian bernama Milan datang. Rossoneri tengah tinggal landas. Kedatangan David Beckham membuat klub dari kota mode itu semakin mengerikan.
Bayang-bayang cerita miris enam tahun silam kini kembali menaungi Ferrara. Beban suksesor Claudio Ranieri ini juga makin berat, pasalnya duel ini disebut-sebut sebagai pertaruhan masa depannya.Β
Bentrok antara La Vecchia Signora kontra Il Diavolo Rosso akan digelar Senin (11/1/2010) dinihari WIB di markas Juve.
(nar/key)











































