FIGC Mengusut Kinerja Wasit

FIGC Mengusut Kinerja Wasit

- Sepakbola
Rabu, 14 Apr 2004 14:58 WIB
Jakarta - Kontroversi yang terjadi di dua partai Liga Italia pekan lalu membuat Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mengambil langkah untuk mengusut kinerja wasit. Pekan ini pihak-pihak berwenang sepakbola negeri pizza itu akan mengadakan pertemuan darurat. Pekan lalu Liga Italia mencatat dua kejadian yang mengundang kontroversi. Pertama, dianulirnya gol gelandang Lazio, Cesar, dalam laga di Turin melawan tuan rumah Juventus karena dianggap offside. Akibatnya, Lazio gagal menyamakan kedudukan dan harus mengakui kekalahan dari Juve 1-0. Kedua, gol penalti kontroversial Andrea Pirlo, kala AC Milan bertanding melawan Perugia. Gol Pirlo, yang tercipta empat menit menjelang bubaran itu menjadi penyelamat Rossoneri yang menang 1-0.Selain mengundang kontroversi, kedua gol itu juga memiliki modus operandi yang sama, yaitu melibatkan tim besar, Juve dan Milan. Anggapan kalau tim besar di Italia sering dibantu wasit tampaknya menjadi jelas.Akibat dua "insiden" ini, FIGC (PSSI-nya Italia) pun bertindak. Mereka mengadakan pertemuan darurat untuk membicarakan masalah ini. "Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja wasit dan menyelesaikan masalah yang ada di sepakbola Liga," ujar sebuah pernyataan seperti dilansir channel4, Rabu (14/4/2004). Secara khusus mereka ingin mengevaluasi interpretasi soal peraturan baru offside, terutama soal pemain yang aktif atau pasif. Pasalnya, Cesar, yang golnya dianulir, terperangkap offside karena dianggap menjadi pemain aktif kala menerima bola. Berbanding terbalik dengan Biancoceleste, Inter Milan, melalui Obafemi Martins, malah mendapatkan gol kemenangan lewat kejadian yang hampir serupa. Peraturan yang belum jelas ini dapat mendorong salah satu pihak menjadi dirugikan. Pelatih Lazio Roberto Mancini bahkan menuding kalau peraturan ini bisa menjadi suatu keuntungan bagi tim besar. "Saya tak terlalu menyalahkan wasit. Namun peraturannya yang tidak jelas. Kami harus tahu bagaimana situasi yang sebenarnya, ataukah asisten wasit yang ditempatkan pada posisi yang sulit?" ujar Mancini.Selain Presiden FIGC Franco Carraro, pertemuan itu rencananya juga akan dihadiri oleh Presiden Liga Italia Adriano Galliani, Ketua Asosiasi Pemain (AIC) Sergio Campana, Presiden Asosiasi pelatih (AIAC) Azeglio Vicini, dan Ketua Asosiasi Wasit (AIA) Lanese. Namun untuk kasus penalti Milan, pertemuan tampaknya akan berjalan alot. Pasalnya, Galliani yang juga menjadi petinggi Milan, sebelumnya telah menyulut kontroversi dengan mengklaim bahwa komite harusnya memberi perhatian kepada penggunaan moviola--gerak lambat dalam tayangan ulang di televisi. Pasalnya, tayangan ini rawan untuk "dimanipulasi". "Saya merasa ini skandal, ketika kami bermain dengan kecepatan normal semua berpikir kalau benturan antara kiper Empoli, Daniele Balli, dengan Jon Dahl Tomasson adalah penalti. Namun, ketika kejadian itu dibuat pelan, maka orang tak berpikir kalau itu adalah tindakan yang berbahaya," ujar Galliani kepada surat kabar Corriere della Sera. Galliani juga percaya kalau sudah terjadi konspirasi untuk menjatuhkan Milan, namun konspirasi bukan dilakukan oleh wasit, melainkan oleh media. "Siapapun yang memilih untuk menampilkan potongan gambar mana dan dari sudut mana mereka memuat sebuah gambar menunjukkan kalau mereka punya kekuasaan untuk menekan ofisial," imbuh Galliani. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads