Cerita bermula ketika Zarate tampil buruk kala Lazio mengalahkan Livorno 4-1 di akhir pekan lalu. Buruk, karena di laga itu dia tidak menampilkan permainan kolektif dan cenderung fokus pada dirinya sendiri.
Ballardini pun memberikan kritik terbuka kepada pemain asal Argentina itu. Sang Allenatore meminta Zarate jangan terlalu egois untuk mengedepankan kepentingan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak saya mengenal sepakbola saya tidak pernah menemui hal seperti yang dikatakan Ballardini. Jika ingin mengkritik pemain, tempatnya di ruang ganti, bukan di ruang terbuka seperti itu," ujarnya di Football Italia, Sabtu (9/1/2010) waktu setempat.
"Pada akhir musim, presiden Lotito harus memutuskan apakah Ballardini yang bertahan atau Zarate. Jika tidak ada situasi yang berubah, maka hal itu dapat terjadi."
Beberapa saat setelah itu, Lotito angkat bicara. Orang nomor satu di Biancocelesti ini rupanya berdiri di belakang Ballardini dan ikut-ikutan menyudutkan Zarate.
"Sikap Ballardini benar dan memang tepat di situasi seperti itu. Kita harus menyingkirkan individualis seperti itu dalam sepakbola," tuturnya.
Lazio sendiri baru saja mempermanenkan status Zarate dengan biaya yang tak murah di musim panas lalu. Akan tetapi seandainya harus menjual pemain bernomor punggung 10 itu, 'Elang Ibukota' yang juga baru saja kehilangan Goran Pandev, telah memiliki penyerang anyar yang sudah langsung nyetel dalam diri, Sergio Floccari.
(fjp/roz)











































