Juventus dibekuk Napoli di Stadion Olimpico Turin dalam laga yang berlangsung 31 Oktober tahun lalu. Ketika itu Gianluigi Buffon dkk. takluk 2-3 dari Marek Hamsik cs.
Oleh Ferrara, kekalahan dari tim yang berasal dari kota kelahirannya itu diibaratkan sebagai tamparan untuk wajah Juve. Pasalnya dalam laga itu Juve sempat unggul 2-0 terlebih dahulu. Namun Napoli sukses membalikkan keadaan dan menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tengah pekan nanti kedua tim akan bertemu lagi di tempat yang sama, di ajang yang berbeda yakni Coppa Italia tepatnya babak 16 besar.
Juve menatap laga ini dalam kondisi yang buruk. Dalam delapan laga resmi terakhir, Ferrara hanya menghadirkan dua kemenangan dan sisanya kalah.
Beberapa kekalahan itu diderita dengan skor telak, dan ironisnya terjadi di kandang sendiri, misal saat dibantai Bayern Munich 1-4 yang membuat Juve harus out dari Liga Champions, dan yang teraktual adalah dicukur Milan 0-3 Senin (11/1/2010) dinihari WIB.
Selain itu tim Zebra juga beberapa kali kalah dari tim yang secara kertas memiliki kekuatan di bawah mereka, seperti Catania, Bari, atau pun Cagliari.
Si Nyonya Tua semakin limbung dengan absennya sejumlah pilar mereka akibat berbagai alasan.
Sementara Napoli datang dengan kondisi berkebalikan. Sejak kalah dari AS Roma di awal Oktober silam, tim berjuluk I Vesuviani itu tak pernah kalah lagi. Kini tim besutan Walter Mazzarri ada di empat besar Seri A.
Di Coppa Italia musim lalu, Juve pernah menyingkirkan Napoli di perempatfinal. Meski tampil di Olimpico Turin, tim Hitam-Putih butuh adu penalti untuk menyingkirkan tim asal Italia selatan itu.
"Kami sangat fokus untuk hal-hal yang harus kami lakukan untuk menghentikan tren negatif ini. Hari Rabu kami akan menghadapi Napoli di Coppa Italia dan kami harus kembali bekerja dan menatap ke depan," demikian tekad Ferrara seperti dilansir dari Sportinglife.
Foto: Juventus vs Napoli, Seri A, 31 Oktober 2009. Juve kalah 2-3 dari Napoli (AFP)
(nar/key)










































