Rocky Balboa kontra Jake Sully

Jelang Juventus vs Roma

Rocky Balboa kontra Jake Sully

- Sepakbola
Kamis, 21 Jan 2010 15:17 WIB
Rocky Balboa kontra Jake Sully
Turin - Duel antara Juventus kontra AS Roma ibaratnya peratrungan antara Rocky Balboa melawan Jake Sully. Kedua tokoh fiksi itu merupakan gambaran dari pelatih dari masing-masing tim.

Rocky Balboa adalah personifikasi dari pelatih Juventus Ciro Ferrara. Dia sendirilah yang menggambarkan dirinya sebagai tokoh fiksi yang merupakan seorang petinju itu.

Ferrara mengibaratkan dirinya merupakan petinju yang tegar meski mendapat pukulan-pukulan keras dari lawan. Bogem mentah itu merujuk pada serangkaian kekalahan yang didierita tim asuhannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Seri A, Juve telah menelan tujuh kekalahan sejauh ini. Bahkan beberapa di antaranya diderita atas tim underdog seperti Chievo, Catania, atau pun Bari.

Tidak hanya kekalahan, Ferrara juga hanya bisa pasrah ketika kritik dan cibiran menghantam dirinya dan anak asuhnya.

Akhir pekan nanti sang "Rocky" bakal kembali naik ring. Lawannya adalah "Jack Sully" alias Claudio Ranieri, pelatih AS Roma.

Jake Sully adalah tokoh utama film peraih penghargaan Golden Globe 2010, Avatar. Di dunia manusia dia adalah seorang mantan marinir yang sudah lumpuh. Untuk aktivitas kesehariannya pun dia harus menggunakan kursi roda.

Dengan teknologi, Sully menjelma menjadi avatar yang hidup di Planet Pandora, bersama suku Na'vi. Semula Sully ditugaskan sebagai intel untuk mencari tahu segala informasi untuk mejajaki kemungkinan bagi manusia untuk menguasai Planet Pandora.

Namun Sully selanjutnya menjadi bersimpati kepada para penghuni Pandora dan membela mereka, ketika manusia mencoba menguasai dengan jalan kekerasan.

Mengapa Ranieri diidentikkan dengan Sully?

Ranieri pernah menangani Juventus tahun 2007 hingga 2009. Tidak ada prestasi yang dia berikan. Menjelang penutup musim 2008/09, Bianconeri memecat The Tinkerman secara sepihak. Ketika itu, Ranieri ibarat seorang marinir yang sudah lumpuh dan dinilai tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Sempat menganggur, Ranieri selanjutnya menukangi AS Roma. Dengan pelan tapi pasti, pelatih berusia 58 tahun ini bagai mendapatkan hari-harinya kembali di "rumah baru"-nya. Saat ini, Ranieri sukses membawa Roma ada di tiga besar Seri A.

Akhir pekan nanti, Ranieri kembali ke dunia lama-nya, tempat yang pernah memberinya kepercayaan sekaligus membuangnya. Tugas berat menanti The Tinkerman mengingat Serigala Ibukota baru sekali menang atas Zebra Turin dalam sepuluh duel terakhir.

Meski sang mantan tengah terpuruk, itu tidak membuat Ranieri santai. Kewaspadaan tetap ditunjukkan oleh eks arsitek Chelsea ini. "Juve saat ini sangat ingin menang," tukas Ranieri tentang mantan klubnya, seperti dilansir dari Romanews.eu. (nar/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads