Ferrara bertemu dengan pers setempat hari Rabu (27/1/2010) waktu setempat, sehari sebelum Juve menghadapi Inter di perempatfinal Coppa Italia, yang boleh jadi itu adalah batas akhir dia harus menang atau ditendang.
"Saya datang ke konferensi pers ini bukan karena berani, tapi ini adalah sebuah tanggung jawab," demikian ia mengawali, seperti dilansir Football Italia.
"Saya tidak merasa malu dan tak ada alasan untuk bersembunyi. Seperti halnya pujian, saya harus menerima segala bentuk kritik dan kontroversi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang akan disampaikan oleh klub kepada saya, mereka pasti akan mengatakannya dan saya akan menyikapinya dengan sepatutnya. Sampai kapanpun saya akan menaruh hormat pada klub yang telah memberi begitu banyak buat saya. Saya tidak merasa telah dipecat."
Ferrara, yang diangkat sebagai pelatih kepala Juve menjelang akhir musim lalu sebagai pengganti Claudio Ranieri, benar-benar menjadi allenatore yang paling tertekan belakangan ini. Walaupun faktanya belum pernah ada pernyataan dari pihak direksi, tapi sudah banyak nama beredar yang disebut-sebut bakal menggantikan Ferrara. Yang terakhir paling dijagokan adalah Rafael Benitez.
"Jangan coba-coba membuat saya mengatakan hal-hal buruk tentang Juventus. Saya takkan pernah melakukannya, tidak sekalipun mereka memutuskan untuk mendepak saya. Kalaupun ya, saya tak masalah.
"Waktu menjadi pemain dan direktur, saya selalu diperlakukan dengan baik. Dalam 20 tahun, ini masa yang sungguh sulit buat saya di Juve. Saya menerima itu. Satu-satunya yang tidak dilakukan Juve adalah membuat saya lebih ganteng," tutur pria 42 tahun itu, dengan maksud bercanda di kalimat terakhir.
Untuk memberi penilaian sendiri, Ferrara bersikeras dirinya tidak ingin mundur. Ia baru akan memikirkannya jika klub atau para pemain menunjukkan sikap tidak menginginkan dirinya lagi duduk di kursinya saat ini.
"Saya hanya perlu memperbaiki situasi dengan bekerja lebih keras lagi. Saya belum berhasil membereskannya sampai sekarang, tapi tak perlu malu," pungkasnya.
(a2s/nar)











































