Mutu yang pernah terlibat penggunaan obat terlarang pada tahun 2004, kembali menghadapi permasalahan serupa setelah dinyatakan gagal tes doping rutin yang dilakukan setelah laga Fiorentina kontra Bari pada 10 Januari silam dan hasilnya keluar pada Kamis (28/1/2010).
Ditemukan adanya kandungan Sibutramina, sebuah zat ilegal yang berguna untuk meng-counter rasa lapar. Zat ini sendiri dinilai dapat membahayakan tubuh terutama pada fungsi jantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempertimbangkan konfirmasi dari CONI bahwa Adrian Mutu positif untuk penggunaan sibutramine, 'obat anti lapar," begitu pernyataan dalam situs resmi klub.
"ACF Fiorentina meski juga sepakat soal zat-zat terlarang di buku aturan anti-doping, termasuk integrator tak bersertifikat, akan tetapi kami juga percaya pada iktikad baik dari atlet. Kami akan mencoba menganalisis hal ini sesegera mungkin."
Sebelumnya CONI juga pernah menganulir keputusannya sendiri terkait dengan kasus Fabio Cannavaro. Ditemukan zat cortisone pada tubuh bek internasional Italia itu yang belakangan diketahui hanya untuk obat dari sengatan lebah.
(fjp/nar)










































