Selama menukangi klub Italia, Ranieri baru satu kali mengantar timnya jadi kampiun Coppa Italia. Itu terjadi pada tahun 1996 lalu ketika Ranieri membesut Fiorentina yang masih diperkuat Gabriel Batistuta.
Saat ini, Ranieri melatih Roma yang telah menjejak semifinal di ajang tersebut. Meski sadar bahwa di Italia klub-klub lebih memprioritaskan juara Seri A, 'Tinkerman' tetap punya ambisi tersendiri membawa Roma juara Coppa Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal itu adalah perkara budaya. Tapi aku tetap ingin memenanginya. Saat aku menang, aku akan sangat menyukainya," tukas Ranieri di Football Italia.
Roma sendiri adalah satu dari dua tim yang sudah sembilan kali juara Coppa Italia. Tapi musim ini Roma satu-satunya yang masih memiliki peluang menambah jumlah itu karena satu tim lainnya, Juventus, sudah kandas duluan.
Jika sukses jadi juara, Roma bakal menjadi tim pertama Italia yang mengoleksi sepuluh kemenangan di Coppa Italia, sekaligus berhak atas sebuah logo bintang perak yang akan menandai kaos mereka musim depan.
Akan tetapi, Ranieri belum mau memikirkannya. Yang ada dalam benaknya kini adalah terlebih dulu mengatasi Udinese dalam pertemuan leg pertama semifinal, Jumat (5/2/2010) dinihari WIB.
"Tak berguna memikirkannya (bintang perak) saat ini. Kami harus memikirkan pertandingan besok," tegas Ranieri. (krs/krs)










































