Baggio: Terima Kasih Italia
Kamis, 29 Apr 2004 13:38 WIB
Jakarta - Bagi Roberto Baggio, kembali mengenakan seragam Azzurri saat melawan Spanyol merupakan malam terbaik selama karir sepakbolanya. Rampung sudah karir internasionalnya.Salah satu pemain paling Kharismatik yang pernah dimiliki Italia itu bermain hampir full dan baru ditarik keluar ketika pertandingan tersisa empat menit. Bahkan ia tidak menyangka pelatih Giovanni Trapattoni, aktor utama dibalik pemanggilan dirinya ke skuad Italia, memainkan dirinya selama itu."Saya tidak mengharapkan berada di lapangan selama itu. Tetapi pelatih memberi waktu lebih lama kepada saya untuk mencetak gol, meskipun tidak pernah terjadi," ujar Baggio usai pertandingan persahabatan di Genoa, Kamis (29/4/2004) dinihari WIB, yang berakhir imbang 1-1 itu. Sebenarnya βsi rambut ekor kudaβ itu memiliki kesempatan mencetak gol. Tendangan bebas dan sundulannya di babak pertama hampir saja menggetarkan jala lawan, tapi itu tidak terjadi. Rekor 56 cap dengan 27 gol miliknya menjadi tidak berubah.Bagi pemain berumur 37 tahun itu, friendly game barusan merupakan pertandingan perpisahan baginya, karena telah memutuskan akan pensiun akhir musim ini. "Ini sangat memuaskan saya, dan saya berterima kasih kepada semua orang yang mendukung saya tidak hanya hari ini, tetapi juga sepanjang karir saya," tuturnya dalam Channel4.Namun Baggio cenderung menampik ajakan Mr. Trap ke Portugal pada putaran final Piala Eropa 2004. "Ini benar-benar malam yang spesial buat saya, dan juga untuk terakhir kalinya. Saya sangat ingin bermain, tetapi tidak fit 100 persen. Bagaimanapun, saya masih memiliki beberapa pertandingan di liga." Sebelumnya Baggio dikhawatirkan tidak akan main pada pertandingan melawan Spanyol tersebut. Pasalnya, Baggio sempat mengalami cedera otot saat Brescia bermain imbang 1-1 melawan Perugia akhir minggu kemarin. "Kaki saya bermasalah lagi, inilah alasan utama mengapa saya ingin pensiun. Tetapi saya sangat menginginkan pertandingan ini, walaupun saya harus bermain dengan rasa sakit," kata Pemain Terbaik Dunia 1993 itu.Stadion Luigi Ferraris, tempat dilangsungkannya pertandingan tersebut, berubah menjadi sebuah tempat pemujaan terhadap Baggio. "Hal terindah malam ini ialah spanduk dan sanjungan yang ditujukan penonton buat saya. Kata-kata ini akan selalu melekat dalam hati saya," kenangnya.Baggio juga mendapat hadiah spesial dari rekan satu timnya untuk mengenakan ban kapten pertama kali selama karirnya di timnas Italia. "Saya sangat berterima kasih kepada Christian Panucci. Dia berberkenan memberikan ban kapten kepada saya pada babak kedua. Itu pertamakali saya menggunakannya."Tampaknya keputusan Baggio untuk mundur sebagai pemain sepakbola tidak akan tergoyahkan lagi, meskipun beberapa tawaran datang padanya. "Saya pikir, saat saya gantung sepatu, saya akan melakukan sesuatu yang lain untuk hidup saya. Kita lihat saja apa yang terjadi dimasa depan," ujar Baggio. "Terimakasih untuk semuanya," imbuhnya. (a2s/)











































