Protes keras terakhir yang dilontarkan Mourinho adalah saat Inter ditahan imbang Sampdoria 0-0 akhir pekan lalu. Saat itu Nerazzurri yang bermain di kandang sendiri sempat dipaksa bermain dengan sembilan orang menyusul kartu merah yang didapat Walter Samuel dan Ivan Cordoba.
Kejadian tersebut dianggap Mourinho sebagai lanjutan dari sebuah upaya untuk menghindarkan Inter merebut Scudetto, hal mana sudah sering dia sebut sejak beberapa bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun semua tuduhan Mourinho itu disanggah oleh Leonardo. Disebut pelatih asal Brasil itu, setiap klub bisa menjadi juara asal dia tampil konsisten. Kesalahan wasit tak akan membuat sebuah tim meraih titel.
"Saya tidak berpikir kalau Anda akan menjadi juara karena kesalahan wasit. Siapapun yang menang nanti dia memang layak mendapatkannya, karena mereka adalah tim yang paling konsisten," ungkap Leonardo di Football Italia.
"Kami selalu dekat dengan Inter (di klasamen) di musim ini dan sekarang kami berada di atas lagi. Itu bukan sebuah comeback karena kompetisi musim ini cukup berimbang," sambung dia merujuk keberhasilan Rossoneri kembali duduk di posisi dua klasemen.
Terkait peluang timnya memenangi gelar juara Liga Italia, Leonardo menyebut kans tersebut masih ada, meski jalan yang harus dilalui untuk mewujudkan keinginan tersebut masih sangat panjang. Yang penting menurutnya adalah Diavolo Rosso bisa mempertahankan gaya permainan.
"Milan harus menjaga gaya permainannya sendiri dan terus berupaya mengejar ketertinggalan angka. Itu akan menjadi perjalanan yang panjang," pungkas Leonardo.
(din/krs)











































