Bencana itu datang justru ketika pertandingan Milan melawan Chievo tersisa sekitar empat menit. Sialnya, Beckham didatangi cedera engkel karena dirinya sendiri alias bukan ditekel pemain lawan. Posisi kakinya tidak pas saat akan menendang bola.
Cedera ini mengingatkan kekhawatiran Beckham menjelang Piala Dunia 2002, ketika ia dilanggar pemain Deportivo La Coruna, Aldo Duscher, saat masih berseragam Manchester United. Semua upaya penyembuhan intensif dilakukan, Beckham pun berhasil keluar dari masalah metatarsal-nya dan ikut ke Korea-Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kemungkinan buruk itu benar-benar terjadi, sungguh Beckham berhak merasa sangat terpukul. Selain masih berambisi besar membela The Three Lions, ia juga begitu serius dalam menyadari "kesalahannya" pindah ke Amerika Serikat (LA Galaxy), sehingga dua kali "memaksa" dipinjamkan ke Milan. Pernah terbetik isu bahwa untuk bisa ke San Siro, ada yang harus ia keluarkan dari kocek pribadinya.
Soal ambisi dan profesionalme, Beckham jangan ditanya. Ia dikenal sebagai salah satu pemain bola profesional terbaik yang pernah ada, baik di dalam maupun luar lapangan, di waktu berlatih atau ruang ganti. Setiap bertanding, biarpun sudah tergolong veteran, ia masih saja terlihat ngotot, sangat serius, dan bekerja keras.
"Cedera Beckham membuat kami sangat bersedih hati. Dia langsung menyadari ada otot achilles-nya yang putus," ujar pelatih Milan, Leonardo. "Dia orang yang luar biasa dan pertandingan hari ni membuktikannya lagi. Saya tak bisa menikmati malam ini dengan cedera seriusnya ini."
Hingga berita ini diturunkan belum didapatkan komentar Beckham. Hal ini tidak mengherankan karena dia pasti masih bergulat dengan emosi, melebihi rasa sakit di engkelnya.
"Dia tidak (menghadapinya dengan) baik-baik saja. Dia menangis di dressing room, dia tidak bicara banyak. Ini mempengaruhi kami semua," ungkap bek Ignazio Abate.
Simpati lain dituturkan Gianluca Zambrotta. "Perasaanku tak pernah enak kalau ada teman setim yang cedera, seperti yang dialami David malam ini. Dia datang ke sini karena ingin membantu Milan kembali pada kejayaan, dan mungkin membuatnya dipanggil timnas Inggris."
"Setiap kemenangan yang kami peroleh di sisa musim ini, akan kami dedikasikan buat dia," tukas bek senior Italia itu.
(a2s/krs)











































