Setelah Juve memecat Ciro Ferrara akibat serangkaian hasil mengecewakan, Zaccheroni langsung didapuk sebagai pengganti. Dia diikat dengan kontrak pendek dan diserahi tanggung jawab membawa klub itu lolos ke Liga Champions musim depan.
Akan tetapi, performa Juve belakangan justru juga tak meyakinkan. Setelah membuang keunggulan 3-0 untuk dipaksa seri 3-3 lawan Siena, Juve baru ditaklukkan Sampdoria. Di tengah sepasang laga Seri A itu juga ada partai leg kedua Liga Europa kontra Fulham saat Juve ditekuk 4-1 sehingga tersingkir dengan agregat 5-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir Juventus tak bermain buruk, terutama di babak pertama saat kami masih memiliki energi untuk mengendalikan lini tengah," lanjut dia.
Dari statistik dalam catatan Soccernet, selama 2x45 menit Juve sebenarnya lebih mendominasi penguasaan bola atas Sampdoria. Juve memiliki 62 persen sementara Sampdoria disisakan 38 persen saja.
Akan tetapi, itu tak mengubah skor akhir 0-1 untuk kemenangan Il Samp dengan gol kemenangan dibuat oleh Antonio Cassano pada menit 76.
"Itu adalah kejadian yang menentukan pertandingan. (Kiper Antonio) Chimenti bermasalah dengan kakinya dan sudah pasti tak dalam performa terbaik. Cassano lincah dan membuat gol indah," analisa Zac.
Kekalahan itu membuat Juve kini tercecer di posisi enam klasemen. Selewat giornata 29, ada dua poin yang memisahkan Bianconeri dengan Palermo yang menghuni peringkat empat, posisi bidikan Juve.
"Jika saya tak bisa finis di posisi empat besar maka saya gagal menjalankan misi. Kami masih dalam perburuan itu," tegas Zac.
(krs/a2s)











































