Kemenangan 2-1 dipetik Roma saat melawat ke markas Parma di Ennio Tardini. Roma unggul cepat lewat Francesco Totti pada menit lima yang kemudian digandakan Rodrigo Taddei di menit ke-75. Parma memperkecil lewat Davide Lanzafame sembilan menit sebelum bubaran.
"Saya pikir kami terlalu cepat unggul," nilai pelatih Roma Claudio Ranieri di Football Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di paruh kedua Ranieri mengubah skema pertahanannya dengan beralih memasang tiga bek tengah. Dia juga memainkan Luca Toni dan Philippe Mexes yang menggantikan Mirko Vucinic dan JΓ©rΓ©my Menez.
Hasilnya sudah terbukti jitu dan Roma pun sukses menggeser Inter dari pucuk klasemen dengan selisih satu poin. Namun, Nerazzurri berpeluang kembali ke posisi satu jika berhasil mengatasi Lazio, Senin (3/5/2010) dinihari WIB.
Uniknya, Lazio yang bisa ikut membantu Roma tetap di posisi satu juga adalah klub yang jadi rival berat sekota. Media sadar benar dengan hal ini dan memancing Ranieri untuk ikut mendukung Lazio.
"Kami jelas hanya harus foku ke diri kami sendiri. Ya tentu saja jika Lazio bisa melakukan tugas mereka, maka akan jadi sulit buat Inter."
"Saya takkan bilang Forza Lazio. Saya hanya akan bilang Forza Calcio, karena itu yang terjadi di Tardini, sepakbola yang menang. Lazio akan berusaha, tapi Inter adalah tim hebat, jadi takkan mengejutkan jika mereka menang di Olimpico," tandas Ranieri.
(krs/roz)










































