"Apakah Mourinho seorang fenomena? Medialah yang memberikannya aura seperti itu. Bagi saya, dia hanya pelatih yang bagus dan saya tak akan menambah-nambahinya lagi." Ucapan Ranieri inilah yang kemudian membuat Mourinho mengeluarkan pernyataan nyinyir.
Mourinho mengungkit-ungkit masa lalu, di mana ketika ia baru datang ke Chelsea untuk menggantikan Ranieri. The Special One menyebut, Ranieri tak pernah memperlakukan pemain-pemainnya sebagai seorang juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan salah saya jika dia dianggap pecundang," ucap Mourinho di Football Italia.
Mourinho lantas menyindir cara Ranieri dalam mempersiapkan skuad untuk final Coppa Italia, yang mana akhirnya AS Roma takluk 0-1 dari Inter Milan. Ranieri dikabarkan memotivasi pemain-pemainnya dengan memberikan film 'Gladiator' ketimbang menonton video pertandingan Inter.
"Sebelum final Coppa Italia, saya melihat enam pertandingan Roma untuk mencari kelemahan mereka. Saya menghabiskan tiga jam di depan program komputer yang membantu kerja saya."
"Tentu saja, lebih mudah lagi memilih film dan menontonnya sebelum pertandingan. Tapi Ranieri lupa, pemain-pemainnya bukan anak-anak, mereka seorang juara," tukasnya.
(roz/key)











































