Balotelli Sayang, Balotelli Terbuang

Balotelli Sayang, Balotelli Terbuang

- Sepakbola
Rabu, 28 Jul 2010 16:11 WIB
Balotelli Sayang, Balotelli Terbuang
MIlan - Inter Milan tak menyangkal kalau Mario Balotelli adalah pemain muda yang penuh bakat dan punya potensi besar. Tapi Karena Super Mario tidak tak tergantikan, membuang remaja bengal itu tetap bisa dilakukan.

Balotelli hampir dipastikan lepas dari genggaman Inter di musim panas ini. Remaja Italia berdarah Ghana itu santer dikabarkan akan kembali bersatu dengan Roberto Mancini di Manchester City.

Meski terkenal bengal dan kerap membangkang serta beberapakali memanaskan Interisti terkait komentarnya soal AC Milan, kepergian Balotelli tetap menjadi kehilangan besar buat Inter. Dengan usia baru 19 tahun, dia dianggap sebagai salah satu pemain dengan bakat besar yang masih mungkin terus berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan lihat apakah kepergian Balotelli merupakan kekalahan (buat Inter), Anda bisa menilai semau Anda sendiri. Masih ada Coutinho yang juga berusia muda," seru bos besar Inter Massimo Moratti.

"Semua orang benar soal Balotelli, dia punya talenta dan dalam pikiran saya dia belum menunjukkan kemampuannya sampai 100%. Tapi kemampuannya kini bukan berarti dia tidak tak tergantikan," lanjut pengusaha minyak itu.

Dilanjutkan Moratti, hengkangnya Balotelli merugikan Inter terkait skill hebat yang dia miliki. Namun dari sisi ekonomi, penjualan mantan striker Lumezzane itu memberi pengaruh positif.

"Kami punya penawaran penting dan tujuan ekonomi, jadi Anda membuat pengorbanan dengan pemain yang diinginkan banyak orang, bukan dengan pemain yang ingin Anda jual namun tak ada yang berminat padanya."
Β 
"Balotelli punya talenta hebat, tapi buat kami itu adalah kewajiban untuk menempuh jalan keluar ini. Saya punya hubungan yang baik dengannya, tapi saya tak tahu komentar dia soal hal tersebut," lanjut dia.

Saat ditanya soal pengaruh pemain lain dalam kepergian Balotelli dari Giuseppe Meazza, Morrati tak menyangkal hal tersebut.

"Tentu saja itu punya pengaruh. Pada beberapa kesempatan dia tidak bahagia, begitu juga pemain lainnya. Tapi kemenangan berarti segalanya harus dilupakan, juga karena ada rasa hormat pada pesepakbola profesional yang bermain bagus," tuntas Moratti di Football Italia.

(din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads