Keberhasilan Milan mendatangkan Ibra dari Barcelona tak dipungkiri membuat mereka menjadi salah satu klub dengan lini depan paling menakutkan di Seri A. Ibra, Pato, Dinho dan Borriello punya karakter berbeda yang membuat mereka bisa saling melengkapi saat dipasang bersamaan atau ketika dirotasi.
Tak salah jika Milanisti kemudian menyimpan keyakinan besar kalau kebangkitan timnya akan terjadi di musim ini. Silvio Berlusconi yang sangat puas dengan keberhasilan transfernya di musim panas ini menyebut kalau Milan sekarang punya barisan penyerang yang cuma bisa dikalahkan oleh angkatan Marco van Basten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Milan bisa jadi merindukan masa-masa kejayaan mereka yang diraih bersama Marco Van Basten dalam kurun akhir 1980-an hingga awal1990-an. Bersama dua Belanda lainnya, Ruud Gullid dan Frank Rijkaard, Rossoneri menjadi klub yang mampu mendominasi Italia dan menaklukkan dunia.
Catatan gemilang Diavolo Rosso kala itu adalah mempertahankan gelar juara Liga Champions di musim 1988β89 dan 1989β90, serta menjuarai Seri A tanpa sekalipun terkalahkan.
Saat disinggung soal masa depan Borriello, pria yang juga menjabat sebagai perdana menteri Italia itu mempersilakan sang pemain menentukan sendiri nasibnya. Usai mengantar Milan mengandaskan Lecce 4-0 dua hari lali, Borriello memang membuka peluang dirinya pergi karena khawatir tak dapat tempat menyusul kedatangan Ibra.
"Borriello akan memutuskan, dia tahu bagaimana situasinya dan dia yang akan memutuskan apa yang terbaik buat karirnya," tuntas Berlusconi.
(din/arp)











































