Persaingan antara utara dan selatan di kompetisi sepakbola Italia sudah berlangsung sejak lama. Tim-tim utara seperti Juventus, Inter Milan atau AC Milan melambangkan kemapanan kelas atas. Sementara tim selatan seperti Palermo atau Napoli merupakan representasi dari perlawanan kelas bawah.
Itu sebabnya bila ada pemain yang berpindah 'kubu', terutama bila dari selatan ke utara, maka pemain itu kemungkinan besar bakal mendapatkan kecaman keras dari klub lamanya. Cap sebagai pengkhianat, orang bayaran, dan sebagainya bisa jadi bakal melekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi striker berusia 27 tahun itu, Napoli bisa dibilang sebagai klub dari tanah kelahirannya. Quagliarella lahir di Castellammare di Stabia yang terletak di propinsi Napoli, 30 kilometer dari pusat kota Napoli.
Suporter Napoli menentang kepindahan Quagliarella. Beredar kabar bahwa pemain yang musim lalu menyunting 11 gol untuk Napoli itu tidak cocok dengan pelatih Walter Mazzarri.
Beppe Bozzo selaku agen Quagliarella menolak bila kepindahan kliennya merupakan bentuk pengkhianatan. "Semua memiliki tanggung jawab dalam masalah ini. Fabio memikul 30 persen, dan sisanya adalah tanggung jawab klub dan pelatih," ujar Bozzo dilansir dari Football-Italia.
"Maka kita harus melihat situasi ini dengan jujur. Fabio bukan pengkhianat, bukan pula seorang hipokrit."
"Bila Quagliarella berpindah klub, maka ini juga disebabkan karena direktur dan pelatih setuju. Bila itu tidak ada, maka ini tidak terjadi."
"Kini soal Napoli sudah cukup. Hidup harus terus berlangsung," tuntas Bozzo.
Juventus akan melawat ke markas Napoli, Stadion San Paolo pada 9 Januari 2011. (nar/roz)











































