Pesepakbola menyeberang dari Inter ke Milan, atau sebaliknya, sudah berulang kali terjadi. Dan keputusan Ibra menerima pinangan Rossoneri membuat dia jadi nama terbaru yang masuk daftar tersebut, meski sempat diselingi dengan memperkuat Barcelona.
Dari banyak nama yang saling menyeberang dari dua klub sekota tersebut, banyak di antaranya yang harus menerima sorakan, teriakan dan perlakuan tak bersahabat dari fans. Kondisi yang jelas akan bisa dialami Ibra saat menjalani Derby Della Madoninna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Ibra, ekspektasi besar yang muncul terkait kedatangannya, dan Robinho, di San Siro memberi tekanan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Dia pun berharap bisa mewujudkan semua harapan yang muncul bersamaan dengan kedatangannya.
"Saya sudah terbiasa menghadapi tekanan sejak masih kecil, tapi kali ini akan berbeda: dengan Milan dan semua ekspektasinya, ini sesuatu yang berbeda," sambung striker internasional Swedia itu.
Keberadaan Ibra di skuad Diavolo Rosso membuat klub tersebut punya banyak stok penyerang hebat yang mengantri dimainkan. Meski belum mendapat bocoran strategi yang bakal diterapkan Massimiliano Allegri, dia berharap tim barunya tetap tampil ofensif.
"Saya tak tahu bagaimana kami akan bermain di Milan. Saya baru berada di Milanello satu hari. Tapi empat penyerang adalah solusi yang indah. Menyerang selalu menjadi
pertahanan terbaik. Itu filosofi saya. Saya datang ke Milan untuk memenangi banyak trofi dan Liga Champions, yang merupakan target kami di musim ini," tuntas Ibra.
(din/arp)











































