Leonardo putus hubungan dengan Milan menyusul perseteruannya dengan Berlusconi. Sang bos besar beberpakali mengkritik pemilihan pemain dan strategi yang dipakai pelatih asal Brasil tersebut.
Meski cuma semusim membesut Diavolo Rosso, kepergian Leonardo dari San Siro meninggalkan banyak kenangan mengingat dia total 13 tahun membela Milan. Selain sempat menjadi pemain, Leonardo juga pernah diserahi tugas sebagai scout dan direktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSetelah 13 tahun saya tak akan pergi begitu saja hanya karena masalah taktik, terutama karena sekarang Milan memainkan sama seperti yang saya pakai (musim lalu). Saya membuat keputusan untuk pergi, memutuskan satu tahun gaji yang ada di kontrak saya supaya saya bisa pergi dengan cara terbaik," sahut Leonardo di Football Italia.
βSaya pergi karena ketidakmampuan karakter dan gaya. Ini semua yang saya katakan pada sang presiden. Narcis adalah sesuatu yang menggambarkan dirinya," sambung mantan pesepakbola Sao Paolo, Flamengo dan Paris St Germain itu.
Pekerjaan Leonardo di Milan sesungguhnya tak bisa dibilang buruk. Selain mampu mengangkat Andrea Pirlo cs duduk di posisi tiga akhir musim, dia juga membawa Rossoneri tampil menyerang dengan menjadikan tiga striker sebagai formasi dasar permainan.
"Ada sesuatu yang tidak benar dengan Berlusconi. Tak mungkin untuk bekerja bersama dengan sang presiden. Dia punya gaya yang berbeda saat menghadapi sesuatu dan saya tak tahu kenapa dia mengkritik saya saat presentasi Massimiliano Allegri. Ada yang salah dengan orang itu," lanjut Leonardo.
Lebih lanjut, pria 41 tahun itu tak menutup kemungkinan kalau dirinya suatu saat nanti kembali ke San Siro, namun untuk membela Inter Milan.
βSaya sudah kenal Massimo Moratti sejak lama dan kami punya raport hubungan yang baik. Tak pernah mengatakan tidak...," tuntas Leonardo.
(din/din)











































