Inter usai meraih treble winners musim lalu bersama Jose Mourinho tengah memasuki era baru bersama Rafael Benitez. Beban berat jelas dipikul Benitez mengingat dia setidaknya harus mempertahankan tiga gelar yang direbut musim lalu.
Jika ditilik dari pencapaian Inter di lima laga awal musim ini, mereka meraih dua kemenangan, dua hasil seri dan satu kekalahan di partai Super Eropa sebenarnya tak jelek-jelek amat, mengingat mereka masih dalam transisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada baiknya Benitez mendengarkan sedikit masukan dari mantan striker timnas Italia Fabrizio Ravanelli yang menilai kurang tajamnya lini serang membuat penampilan mereka belumlah maksimal.
Boleh jadi ucapan Ravanelli ini ada benarnya sebab Diego Milito yang merupakan topskorer musim lalu belum jua mencetak. Justru rekannya Samuel Eto'o yang sebelumnya kurang bersinar malah menggebrak lewat empat gol di lima laganya.
Meski begitu Ravanelli melihat masih ada waktu bagi Il Biscione untuk memperbaiki kekurangan yang ada sebab musim masih panjang.
"Dari laga-laga Inter sejauh ini yang saya lihat, saya bisa menyimpulkan - tim Mourinho masih lebih dahsyat di lini depan," tutur Ravanelli dalam wawancara dengan Il Corriere dello Sport yang dikutip ESPN Star.
"Ketika mereka memutuskan ingin memenangi pertandingan maka mereka harus menginjak pedal gas lebih dalam dan mencetak banyak gol," sambungnya.
"Inter ala Benitez diharapkan lebih solid dan mereka lebih banyak bergerak memainkan bola. Namun saat ini kita masihlah di awal musim," pungkasnya.
(mrp/mrp)











































