Iaquinta melakukan selebrasi "liar" dan terkesan tidak sportif seusai mencetak gol untuk Juve saat mengalahkan Udinese 4-0 di Stadio Friuli, Minggu (19/9/2010). Wasit mengganjarnya dengan kartu kuning,
Presiden Udinese Giampaolo Pozzo mengecam perilaku penyerang Italia itu, padahal ia sedang bermain di tempat yang pernah tujuh tahun menaunginya, sebelum ditinggalkan di tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dulu merekrut Iaquinta ketika dia cuma seorang anak miskin di klub Seri C Castel di Sangro. Kami mencuatkan dia, memperkenalkan dia ke level top, membayarnya dengan pantas, dan kemudian dia pergi ke Juve. Udinese tidak layak diperlakukan seperti itu."
Begitu menyaksikan tayangan pernyataan Pozzo, Iaquinta buru-buru memberi penjelasan, dan meminta maaf pada mantan bosnya itu.
"Aku ingin tekankan, aku tidak bermaksud menghina presiden atau siapapun di klub itu. Aku selalu menaruh respek besar pada Udinese," ujar pemain berusia 30 tahun itu.
"Gestur itu untuk suporter Udinese. Hari ini aku ingin main dan mencetak gol, tapi mereka menghinaku dan ibuku," sambungnya.
"Aku biasanya sosok yang tenang. Tapi ini kali ketiga aku datang ke Udine dan malah disambut dengan hinaan. Hari ini aku bikin gol dan tak tahan lagi. Aku menghabiskan tahun-tahun yang indah di Udine. Makanya aku tak tahu kenapa sekarang ada kepahitan yang ditujukan buatku."
Meski merasa kesal dengan sambutan sebagian fans Udinese, tapi Iaquinta tetap menilai dirinya tidak boleh berperilaku seperti itu. Dia pun minta maaf pula.
(a2s/roz)










































