Baru bergabung di musim ini setelah dipinjam ke Vasco da Gama musim lalu, Coutinho langsung mencuri perhatian media italia berkat penampilan apiknya. Padahal ia berstatus sebagai pemain lapis kedua dan badai cedera yang menimpa Inter membuatnya "naik pangkat" sementara.
Ia pun mulai mendapat kepercayaan dari Rafael Benitez mengisi satu posisi di sayap kiri untuk bermain bersama Wesley Sneijder, Goran Pandev dan Samuel Eto'o. Coutinho tampil relatif bagus di mana ia sudah mengumpulkan 11 penampilan sejauh ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan harian La Gazzetta Dello Sport menggambarkan saat Coutinho berlari ia seperti sedang mengendarai skuter. Si pemain pun merasa tersanjung dengan respon positif dari orang-orang mengenai dirinya meski mengakui masih harus beradaptasi dengan sepakbola Italia.
"Laga yang sulit. Saya banyak mendapat tekel. Sungguh sebuah perbedaan dengan sepakbola di Brasil. SayaΒ sedang memulai untuk lebih mengerti perubahan taktik. Saya yakin gol pertama itu sangat penting namun itu tak lama lagi akan datang," tutur Coutinho di Football Italia.
Benitez sendiri memuji penampilan anak asuhnya tersebut. Namun bagi pria Spanyol itu, Coutinho dinilainya masih kurang dalam sisi fisik. Dengan tinggi hanya 175 cm dan berat 75 kg, Coutinho terlihat sering kalah dalam adu badan dengan pemain lawan.
"Dia hanya sedikit kurang dalam sisi fisik. Dia bermasalah dalam hal finishing karena tekel yang ia dapatkan," tutur Benitez.
"Dia kuat dan mempunyai kaki yang cepat. Dia sangat cepat ketika memegang bola dan didukung oleh pergerakan yang terkoordinasi dan kontrol yang baik dari tubuhnya," ungkap pelatih kebugaran Inter Francisco De Miguel mengenai perkembangan Coutinho.
(mrp/rin)











































