Dibeli dari Genoa di musim panas 2009, Milito langsung jadi andalan Jose Mourinho di lini depan. Penyerang berkebangsaan Argentina ini mencetak 30 gol di 50 penampilannya di seluruh kompetisi. Rinciannya adalah 22 di Seri A, enam di Liga Champions dan dua di Copa Italia.
Kesuksesan Inter merebut tiga gelar musim lalu memang tak lepas dari peran Milito. Gol tunggalnya ke gawang Siena di pekan akhir Seri A musim lalu memastikan scudetto ke-18 bagi Nerazzurri setelah sebelumnya jadi pahlawan di final Copa Italia lewat sebuah golnya ke jala AS Roma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka ketika pengumuman 23 nama kandidat peraih pemain terbaik dunia versi FIFA kemarin dikeluarkan dan nama Milito tak ada. Jelas banyak orang yang heran dan bertanya-tanya, apakah pencapainnya musim lalu tak cukup membawanya masuk ke daftar itu?
"Ini adalah sebuah ketidakadilan," sahut pernyataan Genoa yang merupakan mantan klubnya di situs resminya yang dilansir Football Italia.
"Milito tak termasuk dalam 23 nama kandidat peraih Ballon d'Or, penghargaan yang diberikan oleh majalah France Football setiap tahunnya berdasarkan voting jurnalis," sambungnya.
"Ini jelas merupakan penghinaan. Jika kami pikir peran 'Il Principe di Bernal' dalam keberhasilan Nerazzurri merebut scudetto dan Liga Champions adalah sangat penting dan bahkan itu tak termasuk beberapa peluangnya yang dimentahkan kiper," urai Genoa.
"Alasan yang paling memungkinkan dari tidak masuknya nama Milito dalam nominasi dan tidak baik juga untuk dijelaskan adalah dia hanya duduk di bangku cadangan saat Piala Dunia," pungkas Genoa.
Inter sendiri belum melakukan konfirmasi apa pun mengenai ketidakhadiran Milito itu. Namun rekan Milito seperti Maicon, Julio Cesar, Wesley Sneijder dan Samuel Eto'o justru masuk dalam nominasi. (mrp/a2s)











































