Kali terakhir Inter menelan dua kekalahan beruntun di Seri A adalah di musim 2006 saat mereka takluk atas Firoentina dan Juventus. Malam tadi Zavier Zanetti cs mengulang catatan buruk tersebut usai dikandaskan Chievo Verona, setelah sebelumnya juga tunduk atas AC Milan.
Skor 1-2 dalam laga di Stadio Marc'Antonio Bentegodi tersebut layaklah membuat Interisti waswas. Soalnya kini tim kesayangan mereka sudah empat laga beruntun tak memetik kemenangan di Seri A, dan kini tertinggal makin jauh dari puncak klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini memang belum ada pernyataan dari pihak FIGC terkait kejadian tersebut. Namun kehilangan Eto'o akan jadi pukulan besar buat anak didik Rafael Benitez karena hingga selepas pekan ke-13 malam tadi, Eto'o adalah mesin gol utama timnya.
Turun di 12 pertandingan Seri A musim ini, Eto'o total sudah melesakkan delapan gol. Jumlah tersebut lebih dari setengah dari total 14 gol yang sudah dibuat klub "Biru Hitam" tersebut.
Eto'o sejauh ini jugaΒ telah mencatat dua assist, yang berarti dia ikut berkontribusi dalam lebih dari 70% gol yang dibuat timnya di Seri A.
Jika Eto'o sampai dikenai sanksi, ini jelas akan menambah pusing Rafael Benitez, yang belakangan makin gencar dapat tekanan dari banyak pihak. Sebagai catatan, dalam tiga pertandingan berikutnya La Beneamata akan menghadapi lawan yang berpotensi menyulitkan saat menjamu Parma dan berkunjung ke Lazio serta Fiorentina.
Di sisi lain, dua striker Inter lainnya hingga kini belum menunjukkan tajinya seperti musim lalu. Diego Milito, yang sempat diganggu cedera, baru melesakkan tiga gol dan satu assist dari sembilan laga. Sementara Goran Pandev bahkan belum menyumbang apapun.
(din/roz)











































