Ibrahimovic kembali menemukan ketajamannya sejak bergabung ke Milan di musim panas ini. Hingga kini ia telah menyumbangkan 13 gol dan sembilan assist dalam 20 laga di semua kompetisi bersama Rossoneri.
Performa apik penyerang asal Swedia tersebut menuai pujian dari Sacchi. Mantan pelatih Milan ini pun membandingkannya dengan Van Basten, yang pernah menjadi anak didiknya di San Siro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya akui bahwa Ibra tak kurang suatu apa pun. Marco mungkin lebih elegan dan sampai saat ini lebih mampu untuk menyatu dengan tim," sambung mantan pelatih timnas Italia itu.
Sacchi pun yakin suatu saat Ibra bisa menyamai prestasi Van Basten di Milan. Menurutnya, saat ini Ibra masih dalam proses untuk mencapai hal itu.
"Ibra kembali ke Italia untuk menebus dirinya sendiri. Ia mulai meningkatkan keterbukaannya (untuk bekerja demi tim) dan hari ini ia benar-benar meledak. Ia membantu pertahanan, dan saat menyerang tak hanya mengandalkan potensi teknik dan fisiknya saja, tapi juga bergerak di saat tim membutuhkannya," urai Sacchi.
"Kalau Ibra bisa seperti ini terus, dia akan menyamai Van Basten dalam hal kemenangan internasional dan pencapaian individu. Marco memenangi tiga penghargaan Ballon d'Or. Ibra telah dewasa dan telah berubah dari seorang solois menjadi pesepakbola yang lengkap," tuntasnya.
(a2s/din)










































