Kekuatan lini depan Juventus di sisa musim ini bakal menurun. Ini menyusul cedera yang dialami Fabio Quagliarella yang memaksa dia istirahat hingga akhir musim.
Guna mengisi posisi yang ditinggalkan Quagliarella, manajemen Juve mendatangkan Luca Toni. Namun attacante gaek itu juga dihantam cedera tak lama setelah ia membela La Vecchia Signora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moggi menilai bahwa manajemen Juve bertindak selayaknya orang panik di bursa transfer. "Masalahnya terletak dalam keinginan untuk mengelola keadaan darurat. Saya pernah mengelola klub (Juventus) tidak memiliki uang selama 12 tahun," tandas pria kelahiran 10 Juli 1937 ini.
"Sekarang mereka sudah menghabiskan hampir 200 juta euro (sejak Calciopoli) dan sebenarnya bisa menghindari membeli pemain yang tidak dibutuhkan klub dan pemain-pemain seperti itu bisa langsung dijual."
"Namun di sisi lain, mereka sudah mendatangkan 13 pemain dan menjual 9 hingga 10 pemain. Anda tidak bisa membangun dengan cara seperti ini. Hal ini justru menghancurkan."
Moggi menyarankan kepada Juventus untuk lebih efektif dalam membelanjakan uang. Selain itu Zebra Turin juga diharapkan untuk memaksimalkan pemain-pemain muda yang dimiliki.
"Saya yakin bahwa Juventus harus berusaha untuk finis empat besar dan mereka tentu saja memiliki kesempatan untuk itu. Tetapi saya tidak mengerti mengapa mereka harus membeli pemain yang tidak mereka butuhkan musim depan."
"Saya menilai lebih baik menghindari berbelanja saat ini (di bursa transfer musim dingin) dalam rangka menginvestasikan segalanya di bursa transfer musim panas, di mana klub bisa menemukan pemain di posisi yang diinginkan untuk membuat tim kembali kompetitif," tuntas dia.
(nar/krs)











































