Scudetto Lengkapi Karir Ancelotti

Scudetto Lengkapi Karir Ancelotti

- Sepakbola
Selasa, 04 Mei 2004 15:24 WIB
Jakarta - Carlo Ancelotti mengakhiri transformasinya dari 'pelatih yang nyaris' menjadi salah satu pelatih terbaik di Eropa setelah sukses membawa AC Milan meraih gelar scudetto. Karir Anceloti selama dua musim penuh di San Siro memang cukup sukses. Di musim pertamanya, ia berhasil membawa Rossoneri meraih juara Liga Champions dan sekarang merebut juara Seri A. Dua gelar dalam karirnya tersebut baru pertama kali dirasakan setelah dia menukangi Milan. Padahal, tiga tahun lalu karir Ancelotti berada di persimpangan jalan setelah dirinya dipecat dari Juventus. Di Turin, Ancelotti hanya dapat merasa dua kali berturut-turut sebagai runner up. Tentu saja, bagi Juventus sebagai klub yang paling sukses di persepakbolaan Italia, hasil tersebut tidaklah cukup. Akhirnya pada bulan Mei 2001, Juventus secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan kembali menarik Marcello Lippi untuk menggantikan Ancelotti. Tentu saja keputusan Juve ini sangat menyakitkan hati Ancelotti.Sementara Lippi yang kembali ke Delle Alpi membawa Si 'Nyonya Besar' berjaya di Seri A dengan dua kali berturut-turutt merebut gelar scudeto. Namun di saat Lippi sukses, jalan karir Ancelotti juga mulai terbuka.Di saat Parma sedang mengincarnya. Ancelotti langsung dipinang oleh Milan klub yang penah diperkuat semasa muda sebagai pemain, untuk menggantikan pelatih asal Turki, Fatih Terim. Di musim pertamanya, Ancelotti sudah menunjukkan sinarnya dengan membawa skuadnya meraih Liga Champions. Di final, Milan berhasil menekuk mantan klub yang ditangani Juve Ancelotti.Musim ini pelatih kelahiran Reggiolo, 10 Juni 1959 kembali membangun suksesnya dengan Milan dengan menyabet gelar scudetto ke-17 setelah hanya mengalami satu kali kekalahan di musim ini. Ancelotti bisa saja sedikit membanggakan diri akan keberhasilan membawa timnya meraih juara setelah tiga hari Lippi menyatakan mundur setelah mereka gagal dapat mengejar Milan. Namun dalam kenyataannya, tidak ada kesombangan dalam gaya Ancelotti. "Tidak ada perasaan dendam dalam hidup saya. Saya hanya ingin menikmati saat kesenangan ini," ungkapnya. Kejelian Ancelotti salah satu kunci sukses Milan. Ia menempatkan pemain yang kreatif dan berbakat di lapangan tengah. Yang paling sukses adalah menempatkan Andrea Pirlo dari gelandang serang menjadi playmaker yang ditarik lebih dalam. Sebelumnya, Pirlo bermain di Inter Milan sebelum menyebrang ke Milan. Namun visi yang kuat dan kemauannya untuk belajar membuat Pirlo menjadi salah satu pemain yang memiliki peran penting bagi sukses Rossoneri. Ancelotti juga menunjukkan bahwa dia adalah orang yang tidak takut mengambil kesempatan di saat memainkan pemain asal Brasil, Kaka dalam skuad saat di awal musim. Ketika gelandang muda ini tiba dari Sao Paolo, media Italia mencoba meyakinkan bahwa Kaka masih membutuhkan waktu satu musim lagi dan memberi kesempatan bagi Rivaldo dan Rui Costa menempati posisi gelandang serang.Namun, Ancelotti tetap bersikeras kepada keputusannya memainkan Kaka setelah melihat performanya selama pre-season. Dia yakin pemain muda ini terlalu luar biasa di Seri A dan Kaka membuktikannya dengan 10 gol. Selain Kaka, keberhasilan AC Milan selama musim ini juga tidak lepas dari nama Andriy Shevchenko. Striker asal Ukraina ini memastikan gelar scudetto setelah mencetak gol tunggal kemenangan Rossoneri atas AS Roma, 1-0.Yang jelas, kerja keras Ancelotti membangun skuad yang perkasa, agresif dan menghibur memang layak mendapatkan bayaran yang pantas. Campione, campione, Milan!. (key/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads