Arrivederci Baggio
Senin, 17 Mei 2004 11:56 WIB
Jakarta - Selesai sudah karir Roberto Baggio sebagai pesepakbola. Mantan pemain terbaik Eropa itu mendapat penghormatan terakhir dari tifosi Italia usai pertandingan terakhirnya bersama Brescia, Minggu (16/5/04)Pertandingan antara AC Milan melawan Brescia di stadion San Siro pada pekan terakhir musim 2003/2004, berakhir 4-2 untuk kemenangan I Rossonerri. DanMilanpun secara resmi menggelar pesta scudetto ke-17 di rumah mereka. Tetapi momen yang tidak kalah mengharukan adalah saat Baggio meninggalkan pertandingan pada menit 84. Pertandingan sempat terhenti sementara untukmenghantarkan "si rambut ekor kuda" keluar lapangan.Diiringi tepuk tangan dan riuh sorakan sekitar 80.000 tiffosi yang meneriakkan namanya, Baggio melewati garis lapangan dengan disambut oleh sekelompok anakyang menggunakan kostum Brescia."Sangat mengharukan, itu saat yang indah dan saya berterima kasih kepada suporter Milan yang sangat menghorhati saya," kata Baggio usai pertandingan,seperti dilansir Yahoo Sports Senin (16/5/04).Karir Baggio di Seri A dibangun di Fiorentina saat berusia 19 tahun. Setelah itu Baggio telah memperkuat lima klub Italia lainnya, Juventus, AC Milan, Bologna, Inter Milan dan yang terakhir Brescia.Pemain berusia 37 tahun telah mengoleksi 205 gol dari 452 pertandingan. Baggio juga telah melakukan pertandingan internasional terakhirnya bersama Italia. saat bermain 1-1 melawan Spanyol guna melengkapi 56 caps dengan 27 gol. Media massa Italia sempat melontarkan kabar bahwa Baggi akan kembali memperkuat Gli Azzurri di Euro 2004. Namun, Baggio tetap pada pendiriannya untuk pensiun.Baggio sempat dianggap sebagai pembawa sial tim Italia, setelah tendangan penaltinya yang gagal di final Piala Dunia 1994 melawan Brasil. Saat itu Brasil berhasil meraih gelar juara dengan kemenangan 3-2 melalui adu penalti.Mengenang masa itu, Baggio mengakui ada sedikit penyesalan. "Satu-satunya yang saya sesali adalah penalti itu. Tetapi setelah beberapa tahun kemudian,saya bisa mensyukuri karir saya. Saya memang memiliki pengalaman buruk, tetapi itu menjadi pengalaman berharga buat saya," katanya.Tetapi dihari terakhirnya, Baggio mendapatkan penghargaan yang mungkin tidak terlupakan selama hidupnya. "Hari ini, saya marasakan kembali cinta darisekian banyak orang yang membantu karir saya," ujarnya. Arrivederci (Selamat tinggal) Baggio... (key/)











































