Salah satu masa tersibuk ia diisukan pindah adalah ketika "Si Nyonya Tua" terlempar ke Seri B di tahun 2006, terkait skandal Calciopoli. Meski demikian Buffon meneguhkan komitmennya untuk tetap berseragam Bianconeri.
"Keputusanku bertahan di Juventus kala itu diambil dengan hati, karena aku juga berpikir kami akan bangkit lagi dengan sangat cepat," ungkap kiper 33 tahun itu kepada JuventusMember.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang membangun fondasi-fondasi untuk masa depan, dan aku pikir itu akan cerah. Aku sudah di Juventus hampir selama 10 tahun dan punya begitubanyak kenangan indah."
Buffon dibeli Juve dari Parma di musim panas 2001 seharga 32,6 juta poundsterling, yang kala itu merupakan rekor tertinggi dunia untuk seorang penjaga gawang. Bersama timnya itu ia mengoleksi dua titel Scudetto dan dua Copa Italia, plus delapan kali terpilih sebagai kiper terbaik Seri A.
Di timnas Italia, Buffon sudah terlibat dari 1997 dan setelah Fabio Cannavaro pensiun usai Piala Dunia 2010, ia dipercaya sebagai kapten pertama.
"Harus aku katakan, aku merasakan kehormatan dan kewajiban dengan menyandang ban kapten. Tapi banyak kapten pula di timnas ini," tukas pemilik 103 caps itu, seperti dilansir Football Italia.
(a2s/arp)
