Karir panjang itu dimulai pada tahun 1991 saat ia menginjak kariernya di klub lokal Argentina Talleres. Semusim sesudahnya Zanetti memutuskan pindah ke Banfield.
Hampir empat musim di Banfield, Zanetti pun akhirnya melanjutkan petualangannya di Eropa bersama Inter Milan. Ia jadi pembelian pertama Massimo Moratti yang saat itu baru naik jadi presiden klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini membuktikan jika Zanetti tak tergerus zaman dan memasuki umurnya yang senja sebagai seorang pesepakbola ia masih terlihat segar bugar.
Hal inilah yang kemudian membuat Zanetti merasa bangga bisa mensejajarkan dirinya dengan Peter Shilton, Ray Clemence, Pat Jennings, Alan Ball, David Seaman, Paolo Maldini, Andoni Zubizarreta, Roberto Carlos dan Tommy Hutchinson, sebagai pemain yang pernah mencapai milestone alias angka 1.000
"Aku sangat bangga mencapai angka tersebut. Mendapat prestasi seperti ini sangatlah penting untukku," sahut Zanetti di situs resmi klub.
"Dalam karierku aku selalu melakukan apapun dengan semangat, sepakbola telah memberiku banyak hal dan aku ingin diriku jadi berguna dengan segala kesempatan yang ada," sambungnya.
"Aku akan jadi pemain ke-10 yang mampu mencapai ini dan berada di antara mereka adalah sebuah kehormatan," ujarnya lagi.
Zanetti 33 kali tampil bersama Talleres, 66 di Banfield, dan hingga saat ini 748 kali tampil bersama Inter. Di level timnas ia punya 12 caps bersama timnas U-23 Argentina dan 140 bersama timnas senior yang menjadikannya pemain 'Tim Tango' dengan caps terbanyak.
Maka jika Inter berhasil lolos ke final Coppa Italia nanti malam itu akan jadi hadiah terindah bagi partai ke 1.000 Zanetti ini. Ia pun sangat mengharapkan hal itu demi mengobati musim Inter yang tak begitu kali ini karena gagal mempertahankan Scudetto dan Liga Champions.
"Laga melawan Roma akan penting buat kami dan kami harap dapat melakukan perayaan di akhir laga," harap pemain yang sudah mencetak 34 gol selama 19 tahun karier sepakbolanya itu.
"Lalu sesudah itu aku ingin melanjutkan lagi ke laga 1001, 1002 dan lainnya, sampai aku mencapai momen di mana aku akan berhenti," lugas Zanetti.
(mrp/arp)










































