Klub raksasa Spanyol Barca baru saja mengakhiri musim ini dengan meraih gelar juara La Liga Primera dan titel Liga Champions.
Itu dicapai Barca lewat permainan cepat dan mengalir, yang diperagakan sejumlah pemainnya yang posturnya tidak tinggi-tinggi amat, seperti Lionel Messi (1.69 m), David Villa (1.75 m), Andres Iniesta (1.7 m) dan Xavi (1.7 m).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barcelona sudah pasti memberikan dampak positif untuk pemain sepertiku. (Pelatih timnas Italia) Cesare Prandelli juga terjangkit tren itu dan Anda sudah lihat bagaimana ia meracik timnya lawan Estonia," lanjut penyerang dengan tinggi 1.64 m itu.
Saat melawan Estonia di kualifikasi Piala Eropa 2012--Italia menang 3-0--Prandelli turut memainkan Antonio Cassano (1.75 m) dan Giuseppe Rossi (1.73 m) di lini depan. Giovinco sendiri hadir di babak kedua menggantikan Rossi.
Bergesernya kecenderungan mengandalkan penyerang menjulang ini juga mulai menular ke level klub. Pelatih Baru Juve Antonio Conte pun dikabarkan sangat ingin memboyong Giovinco lagi dari Parma.
"Aku tidak tahu apakah mereka yang dulu tidak percaya dengan kemampuanku kini mulai menyadari kesalahan mereka, tapi aku kini sudah pasti memetik hasil dari musim lalu saat aku rutin tampil."
"Aku berterima kasih kepada pelatih baru Juve, yang aku tahu mengagumiku, tapi tahun depan aku ingin masuk ke dalam tim inti," tegas pemain berjuluk Atomic Ant tersebut.
(krs/krs)










































