Setelah Leonardo memutuskan untuk meninggalkan posnya di Inter dan jadi direktur teknik di Paris St Germain, Inter kesulitan mencari pelatih baru dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada Gasperini.
Pengalaman Gasperini yang hanya menangani tim-tim medioker seperti Genoa membuat ia diragukan bakal bisa berbicara banyak di tim sebesar Inter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inter hanya ingin menang. Aku datang ke Appiano Gentile untuk mengenal semuanya dan kompleks latihan ini memberi kesan jika kita bisa bekerja dengan baik di sini," tutur Gasperini dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Inter.
"Persiapan kami untuk musim baru akan dimulai Minggu namun aku sudah siap sejak 10 hari lalu. Misinya adalah untuk tampil bagus musim besok," sambungnya seperti dilansir Football Italia.
Sebagai pelatih,Gasperini dikenal doyan memainkan pola 3-4-3, formasi yang tak biasa dimainkan Inter karena dalam tiga tahun belakangan kerap bermain dengan skema 4-2-3-1 peninggalan Jose Mourinho.
Perubahan tentunya akan dibawa Gasperini dan ia punya cukup banyak waktu untuk mentransformasikan kepada anak asuhnya. Meskipun formasi yang akan digunakan disesuaikan dengan kebutuhan tim.
"Aku sudah memikirkan bagaimana timku nanti akan bermain. Aku mungkin bisa memakai sistem tiga bek di pertahanan. Udinese dan Napoli bermain dengan baik musim lalu melalui taktik itu," tukasnya.
"Itu adalah kemungkinan solusinya tapi tidak wajib. Dan aku punya skuad yang bisa bermain dengan formasi berbeda-beda," tutupnya.
(mrp/arp)











































