Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Leonardo mengeluarkan keputusan itu nyaris sebulan yang lalu. Maka Inter pun sempat dibuat kelimpungan mencari penggantinya hingga akhirnya memilih Gian Piero Gasperini sebagai pelatih baru.
Padahal Leonardo mampu mengakhiri musim dengan satu gelar Coppa Italia dan runner up Seri A. Meski sempat digoyang posisinya akibat kegagalan di Liga Champions, tapi kepercayaan Massimo Moratti padanya tetaplah besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usai memenangi Coppa Italia, kemenangan yang membuatku sangat bahagia karena itu adalaha pencapaian pertamaku sebagai pelatih. Lalu aku berlibur di Brasil," tukas Leonardo seperti dilansir Football Italia.
"Aku lalu mengadakan pertemuan dengan Inter untuk membuat rencana di musim ynag baru dan kami sudah mengerjakannya. Lalu aku menerima telepon dari Paris SG, dan mereka ingin berbicara padaku mengenai rencana mereka," sambungnya Leonardo.
"Aku berbicara kepada Presiden Moratti untuk bilang kepadanya jika aku tak tahu apa yang harus kuperbuat. Aku pergi ke Doha sebelum ke Brasil dan aku mengatakan rencana mereka untuk PSG."
"Responku pertama adalah tidak mungkin bagiku untuk bergabung dengan mereka. Musim baru praktis sudah dimulai."
"Lalu aku berbicara dengan Moratti dan dia bilang itu adalah kesempatan sangat bagus untukku. Dia memperlakukanku seperti anaknya. Aku pergi ke Brasil untuk memikirkan soal itu," tukas Leonardo.
Rumor yang beredar menyebut memang hasrat Leonardo sebenarnya adalah bukan jadi pelatih melainkan lebih berada di "belakang meja", menjadi Direktur Teknik atau pemandu bakat yang dilakukannya di AC Milan sebelum jadi pelatih.
"Aku masih berpikir ketika rumor soal kontak dengan Marcelo Bielsa muncul. Aku selalu siap untuk tetap bersama Inter dan aku belum berbicara dengan Paris SG sampai tiga hari yang lalu."
"Ingat apa Moratti katakan sebelum Gasperini datang ketika ia memastikan aku masih pelatih Inter dan aku bisa saja bertahan."
"Hanya seusai kontrak Gasperini rampung, kami memutuskan untuk mengakhiri kerjasama kami. Dari momen itu, aku bebas melakukan apa yang kuinginkan dan itu masih menjadi masalah."
"Sedih rasanya tidak lagi menjadi pelatih Inter jika melihat apa yang telah kucapai. Sebuah kehormatan dan aku tidak akan pernah mengkhianati Inter," tutup Leonardo.
(mrp/roz)











































