Catatan ini sekaligus menghapus kekhawatiran bahwa kemampuan penyerang berusaia 24 tahun itu sedang menurun. Soalnya, dalam gelaran Coppa America Juni-Juli lalu, Cavani gagal menunjukan sinarnya bersama Uruguay.
Ia bahkan hanya menjadi penghangat bangku cadangan karena gagal bersaing dengan Diego Forlan, Luiz Suarez dan juga Christian Rodriguez. Faktanya, walaupun Uruguay tampil sebagai juara, peran Cavani tidaklah banyak kala itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, Cavani "ditemukan" lagi dalam dua pertandingan terakhir. Ia mencetak gol pertamanya di musim ini ke gawang Manchester City di kandang lawan, di laga comeback Napoli di Liga Champions sejak era Diego Maradona. Timnya pulang membawa hasil seri 1-1.
Lalu tadi malam, atau Senin (19/9/2011) dinihari WIB, pria gondrong berusia 24 tahun itu tampil luar biasa saat Napoli menjamu AC Milan. Ia membalas gol pembuka dari Alberto Aquilani di menit 13, lalu menambahkan dua lagi di menit 36 dan 51. Cavani bikin hat-trick, Napoli pun memimpin klasemen sementara.
"Sewaktu kecil, aku selalu disuruh bermimpi," ungkapnya kepada La Domenica Sportiva. "Aku ingin sekali memenangi Scudetto, tapi kami tahu jalannya akan sangat sulit. Aku mendedikasikan kemenangan ini untuk fans. Mereka pantas mendapatkannya.
"Kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di musim ini. Mustahil jika kami tidak mencapainya karena kami memiliki pendukung yang sungguh luar biasa. Kami sangat optimistis," tukas Cavani kepada Il Corriere dello Sport.
(a2s/krs)











































