Pekan ini, Reja sempat dikabarkan akan mengundurkan diri sebagai pelatih Biancoceleste. Namun, setelah bernegosiasi dengan pihak klub, allenatore berusia 65 tahun itu akhirnya bersedia bertahan.
Lotito menjelaskan bahwa akar permasalahan ini adalah pemberitaan media yang kurang proporsional, yang kemudian ditanggapi secara berlebihan oleh sebagian pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada orang-orang yang membuat ancaman pembunuhan kepada Reja di jalanan, karena tak semua suporter punya keseimbangan mental yang diperlukan untuk memahami cara media bekerja," ujarnya.
"Seorang pria baik berusia 65 tahun tak bisa berjalan di jalanan bersama istrinya dan bertemu orang yang berteriak 'Anda harus pergi' dengan penghinaan mengerikan. Itu bukan kritik. Hal ini kriminal," beber Lotito.
"Bagaimana saya meyakinkan Reja untuk tetap tinggal? Saya tak akan pernah membiarkan fans atau jurnalis menyerangnya dengan cara destruktif. Reja mengambil alih tim ini dalam situasi bencana, mengamankan mereka, dan kemudian tidak lolos ke Liga Champions cuma karena selisih gol," tuturnya.
"Ada sikap-sikap yang bertujuan memancing masalah. Sepakbola adalah olahraga dan punya aturan," tegasnya.
(mfi/roz)










































