Reja, Media, dan Ancaman Pembunuhan

Reja, Media, dan Ancaman Pembunuhan

- Sepakbola
Kamis, 22 Sep 2011 17:44 WIB
Reja, Media, dan Ancaman Pembunuhan
Roma - Presiden Lazio, Claudio Lotito, mengungkapkan alasan di balik keinginan mundur pelatih Edoardo Reja. Menurut dia, Reja menerima ancaman pembunuhan dari fans yang terhasut media.

Pekan ini, Reja sempat dikabarkan akan mengundurkan diri sebagai pelatih Biancoceleste. Namun, setelah bernegosiasi dengan pihak klub, allenatore berusia 65 tahun itu akhirnya bersedia bertahan.

Lotito menjelaskan bahwa akar permasalahan ini adalah pemberitaan media yang kurang proporsional, yang kemudian ditanggapi secara berlebihan oleh sebagian pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda sebagai jurnalis harus melaporkan secara adil dan tidak selalu menghasut. Dengan selalu berfokus kepada aspek-aspek negatif, sebagian orang akan bereaksi dalam cara yang tidak seimbang," kata Lotito yang dikutip Football Italia.

"Ada orang-orang yang membuat ancaman pembunuhan kepada Reja di jalanan, karena tak semua suporter punya keseimbangan mental yang diperlukan untuk memahami cara media bekerja," ujarnya.

"Seorang pria baik berusia 65 tahun tak bisa berjalan di jalanan bersama istrinya dan bertemu orang yang berteriak 'Anda harus pergi' dengan penghinaan mengerikan. Itu bukan kritik. Hal ini kriminal," beber Lotito.

"Bagaimana saya meyakinkan Reja untuk tetap tinggal? Saya tak akan pernah membiarkan fans atau jurnalis menyerangnya dengan cara destruktif. Reja mengambil alih tim ini dalam situasi bencana, mengamankan mereka, dan kemudian tidak lolos ke Liga Champions cuma karena selisih gol," tuturnya.

"Ada sikap-sikap yang bertujuan memancing masalah. Sepakbola adalah olahraga dan punya aturan," tegasnya.

(mfi/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads