Setelah terpuruk bersama Gian Piero Gasperini di lima laga awal musim ini di seluruh kompetisi, Inter akan memulai petualangan baru bersama Ranieri yang ditunjuk sehari setelah pemecetan Gasperini.
Tugas Ranieri tentunya tak ringan untuk bisa membawa Inter segera beranjak dari zona merah klasemen Seri A alias posisi 18, setelah hanya mampu bermain imbang sekali dan kalah dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inter sedang dalam kondisi yang tidak bagus seperti yang kita lihat dalam beberapa pekan terakhir. Banyak pemain cedera dan ketidakberuntungan. Namun saya yakin tim ini punya DNA untuk bisa kembali menang dan menemukan kepercayaan dirinya kembali," sambungnya.
Meski tahu tugasnya bakal berat di sisa musim ini, namun Ranieri merasa tersanjung dengan keputusan Massimo Moratti memilih dirinya sebagai allenatore Inter musim ini.
"Saya sangat bangga bisa ada di sini dan sangat senang menerima panggilan presiden Massimo Moratti," sahut Ranieri.
"Saya mengadakan pertemuan yang hangat dengan Moratti hari ini. Ketika kami bertemu pertama kali, dia belum menjadi presiden Inter dan saya berada di San Siro menonton laga Milan-Inter."
Ranieri punya julukan Tukang Reparasi alias The Tinkerman. Bisakah dia mengangkat kembali mental para pemain Inter?
"Saya percaya banyak di sini banyak pelatih dengan tipe berbeda. Saya adalah satu yang tak percaya hanya ada satu cara untuk menang. Namun lebih baik menang dengan pemain yang dibangun berdasarkan hubungan antara pelatih dan skuad untuk menemukan kembali kesuksesan," simpul eks pelatih AS Roma dan Juventus itu.
(mrp/krs)











































